Sabtu, 12 Desember 2009

Satu Putaran Propaganda Politik

Nama : Inesia Violina Ishendria

NPM : 41182037080001

Mata Kuliah : Komunikasi Politik


02/07/2009 - 10:12

'Satu Putaran Propaganda Politik'

Susilo Bambang Yudhoyono

(inilah.com/Wirasatria)

INILAH.COM, Kupang - Jangan telan mentah-mentah seruan Pilpres Satu Putaran. Sebab seruan itu dinilai merupakan bagian dari skema propaganda politik untuk mempengaruhi opini pemilih.

"Yang menentukan pemilu presiden itu berlangsung satu kali atau dua kali putaran adalah rakyat pemilih sendiri, bukan didasarkan pada hasil survei," kata pengamat hukum dan politik Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Nicolaus Pira Bunga di Kupang, Kamis (2/7).

Menurut Nicolaus, skenario yang dimainkan oleh tim sukses serta hasil survei dari capres dan cawapres tertentu itu merupakan hal yang lumrah dalam sebuah negara demokrasi. Sebab mereka mengampanyekan pemilu presiden berlangsung satu kali putaran itu berdasarkan kajian serta analisis yang dilakukan oleh tim sukses, serta sejumlah lembaga survei yang dijamin oleh capres-cawapres itu.

"Dampak dari hasil kajian tim sukses dan lembaga survei itu kemudian mempengaruhi opini rakyat seolah-olah hasil yang diramalkan nanti sama seperti hasil kajian mereka. Ini merupakan bagian dari propaganda politik dalam sebuah negara demokrasi," paparnya.

Ia menegaskan, hasil yang dicapai masing-masing partai politik pada pemilu legislatif 9 April lalu, tidak bisa dijadikan sebagai rujukan satu-satunya dalam mengukur sebuah kemenangan pada pemilu presiden 8 Juli mendatang.

Sebab, lanjutnya, nuansa politik dalam memilih wakil rakyat jauh berbeda dengan memilih presiden dan wakil presiden. Pilihan rakyat dalam pemilu presiden sulit ditebak meskipun Partai Demokrat pimpinan SBY meraih suara yang sangat signifkan pada pemilu legislatif.

Menurut dia, tiga paket capres dan cawapres yang akan bertarung pada pemilu presiden 8 Juli mendatang, memiliki kekuatan yang hampir merata sehingga cukup sulit jika pemilu presiden ditargetkan hanya berlangsung satu kali putaran.

Berdasarkan ketentuan normatif, tambahnya, pemilu presiden memberi sinyal akan berlangsung dalam dua kali putaran, dan hal itu sudah diatur dalam Pasal 6a ayat (3) UUD 1945 dan Pasal 9 serta Pasal 159 ayat (1) UU No 42 Tahun 2008. [*/ana]

Propaganda politik :

Dalam berita ini tim sukses capres dan cawapres dan lembaga survei yang melakukan propaganda politik. Karena tim sukses dan lembaga survei mengajak, mengubah pola pikir, pandangan dan pendapat rakyat seolah-olah hasil yang diramalkan nanti sama seperti hasil kajian mereka yaitu pemilu satu putaran.

Hasil yang dicapai masing-masing partai politik pada pemilu legislatif 9 April lalu, tidak bisa dijadikan sebagai rujukan satu-satunya dalam mengukur sebuah kemenangan pada pemilu presiden 8 Juli mendatang.

Sebab, nuansa politik dalam memilih wakil rakyat jauh berbeda dengan memilih presiden dan wakil presiden. Pilihan rakyat dalam pemilu presiden sulit ditebak meskipun Partai Demokrat pimpinan SBY meraih suara yang sangat signifkan pada pemilu legislatif.

http://www.inilah.com/berita/politik/2009/07/02/122880/satu-putaran-propaganda-politik/

Rabu, 9 Des 09 12.05

Tidak ada komentar:

Posting Komentar